Perkenalkan, ini Siti.

Hai, ini blog pertama gue di tahun 2018! Huaaa seneng akhirnya bisa buat blog baru sambil selesain UTS semester 6. Btw, selamat menunaikan ibadah puasa buat teman-teman yang menjalankan. Ingat puasa bukan cari kesempatan untuk diet doang, tapi juga menjalankan kewajiban kita sebagai umatNya! Oke nggak tuh kayak gue paling bener aja dah.

Banyak dari (cuma 3 biji sich) yang tanya soal judul blog sebelumnya.

“Ih kok Gorengan si judulnya?”

Lebih aneh kalo judulnya Ibuku ternyata Ayahku

Ada lagi yang sekedar bilang

“Gue kok jadi laper ya”

Boro-boro laper, gue mau mewek pas kelarin blog kemarin aja kaga bisa, bang!

Jadi untuk menyelesaikan kesimpangsiuran ini mari kita bahas sedikit. Kenapa Gorengan? Coba diteliti lagi, Gorengan memiliki 8 huruf. Wow apakah sebuah kebetulan? Wow Wow Wow. Gue tombak juga ni.

Kurang lebih begini kisahnya, mungkin dari kalian sering dengar Cinta-Bertepuk-Sebelah-Tangan, itu gue yang dulu. Bahagia dengan orang yang menurut gue tepat, banyak tawa, tau dimana aja makanan yang enak dan kenyangnya cuma berdua. Ialah Siti (nama samaran), anak semester 6 angkatan 2015.

Awal kenal Siti saat kita berdua jalani ospek di tahun pertama gue kuliah. Pasti kalian pernah kan cari gebetan waktu ospek? Mana nih katanya anak kampus sini bening-bening, itu yang gue pikirin. 2 hari ospek belum temuin mahasiswa sebening Siti, yang buat gue jadi “yaudahlah masa kuliah gue harus diakhiri dengan kesendirian”. Amit amyt bang! Hari terakhir ospek emang nggak bikin kesan asik atau setidaknya ada kenangan gitu, eh nggak lama… Siti nongol kayak bidadari axe diterangi cahaya-cahaya lampu panggung DA Indosiar. Ini takdir gue brooo.

Buat gue perkenalan butuh perjuangan lebih daripada perjuangan ikhlasin seseorang. Gue 2 tahun kuliah disini baru bisa ngobrol langsung ama Siti. Cemen lo! Ya emang… karena waktu itu gue rasa nggak ada topik yang bisa dimulai. Cuma senyum-senyum dari jauh sambil bayangin “kulum bibir bawahnya leh ugha” sumpah dah kalo bisa gue tombak sekarang. Gila kan secabul itu hasrat orang sinting…

Menginjak tahun ketiga gue dan Siti bener-bener nggak saling kenal, berasa lagi main magic gitu di SCTV. Eits bentar ini hari apa? Buka hape sambil melongo dengan ekspresyi gak nyangka setelah buka Instagram, Siti follow Instagram gue brooo. Iya, Siti anak populer dijurusannya. Anak bertopi hitam yang sering mondar mandir parkiran motor kayak mo nyolong helm. Geleng-geleng bukan kepalang dong.

Singkat cerita kita berdua saling balas DM Instagram dan kita berdua nyambung. PD aja dulu, panik kemudian. Benih asmara kian memuncak bagai sinetron Cinta Fitri, gue doyan banget ama ni sinetron. Sebulan kemudian kita sibuk jadi panitia ospek kampus dan makin sering ketemu, ngobrol asik ditemani semilir angin diatas motor, makan makanan favorit… Darlung alias Telur Gulung hwaaaa. Siapa yang gak seneng??? Sejak gue sering ketemu Siti, dia orangnya bener-bener mandiri, humble dan gak sombong. Serius! Enak gak tuh hidup 4 sehat 5 sempurna.

Dua bulan yang lalu tepat setahun gue masih bisa rasain kenyamanan itu. Lalu apa kabar Siti sekarang? Dia masih sering mondar mandir parkiran motor. Ya kan gue bilang apa, ni bocah demen helm bogo anak semester 2. Parahnya ni setelah gue kenal ama dia, apa iya ada keturunan generasi nunduk? Tapi ndak bisa dipungkiri justru itu pesona Siti yang bikin hati gue bergeliat.

Oiya kembali ke alasan kenapa gue kasih judul Gorengan, karena… perpisahan tidak ada yang seenak gorengan! Kalo kamu nggak setuju aq tak peduli – kira-kira begitu kata Dilan.

Lalu apa kabar rasa nyaman gue? Masih pada orang yang sama dengan suasana berbeda.

 

Iklan

Gorengan

Sebagian orang mengira, bahwa galau adalah hal yang biasa dialami orang-orang putus asa, tak tau arah dan pengangguran.

Salah besar! Justru jerawat yang tumbuh disekitar wajah dan pantat ini bukan cuma karena minyak berlebih, pikiran yang dibalut rindu jawabnya.

Suka-menyukai bukan perkara sulit, pandangan pertama biasanya yang membuat seseorang langsung menjatuhkan pilihannya pada seseorang.

3 tahun lalu, gue jatuh hati pada seseorang. Dia manis dan bergairah. Gue tertantang untuk mendekatinya.

Rasa gelisah menyelimuti malam-malam. Mimpi indah dihiasi tingkah lakunya. Candanya mengisi kekosongan. Terlihat sempurna dengan topi hitamnya.

Saat itu gue yakin cinta sedang menuju kearah gue. Dia datang dari ujung jalan.

Sekarang, secepat ini. Dia tak seperti dulu. Lalu bagaimana bisa seseorang berubah sedangkan cinta tidak?

Bahkan melupakan seseorang lebih mudah daripada harus memulai perkenalan dari awal.

Gue harus bijaksana, meninggalkannya lebih dulu bukan berarti gue pecundang.

 

Ah, dasar! Cinta memang membutakan mata…

Setidaknya itu yang gue rasain, cinta sepihak. Semakin dinikmati semakin pahit rasanya.

Ini mengerikan, ketika 2 orang manusia berhubungan tanpa sebuah status. Hubungan mereka bisa menghilang kapan saja.

 

 

 

VSCO amateur.

Sugeng enjing sedoyo! Selamat pagi semua dalam bahasa Jawa.

Beberapa waktu yang lalu ada pertanyaan yang sering diajuin sama temen-temen gue perihal… “Kamu edit foto pakai aplikasi apa?”

Jadi untuk menjawab pertanyaan itu akhirnya gue si amatiran ini memberanikan diri buat nulis jawaban di blog. Kalian pasti udah familiar sama aplikasi berbasis Andorid dan iOS satu ini. Ya, Instagram!

Instagram begitu populer, menyajikan berbagai macam fitur secara gratis dan “Instan” untuk berbagi momen dalam bentuk Foto, Video dan Gif. Sebagian orang pasti terbiasa dengan fitur editing dan filter yang diberi Instagram, namun sebagian lagi kurang menyukai hasil dari editing tersebut. Beberapa pesaing Instagram mulai mengeluarkan ide-ide untuk menangani hal itu, salah satunya VSCO.

Nah, awal pertama gue kenal VSCO dari following gue di Instagram dengan caption #vsco #vscocam. Karena penasaran tanpa pikir panjang gue download VSCO di Play Store.

Langsung aja yuk, dicoba…

Sebelum kalian impor foto, pastikan foto yang kalian impor sudah memenuhi pencahayaan yang pas dan foto yang tidak buram.

Untuk melihat pencahayaan yang pas ubah kecerahan layar smartphone kalian pada ukuran maksimal. Karena pada dasarnya setiap ponsel memiliki kecerahan layar yang berbeda.

Lalu impor foto yang ingin dieksekusi.

Screenshot_20170417-171046

Berikut tampilan urutan yang gue saranin.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yap! Ini dulu yang bisa gua bagi buat kalian. Semoga terjawab sudah pertanyaan temen-temen.

Ingat ya sebelum kalian edit foto, kalian sudah harus bayangin hasilnya mau sperti apa. Maksudnya, udah kebayang hasil fotonya dengan warna tajam atau foto yang bersih dan cerah.

Asah terus hobby photography kalian, gue bisa karena terbiasa. Kalian juga!

Tunggu blog gue selanjutnya.

xoxo

 

Semarang Semerah Imlek

20160531_084832
Siluet bangunan area kuil Sam Poo Kong.

img_20160601_175329img_20160601_193444img_20160602_135410

 

Kuil Sam Poo Kong, dulu dan nanti. Sejarah mu kini yang tersisa. Anak-cucumu harus tahu. Begini adanya Indonesia.

img_20160602_064330

20160531_091602
Tersedia mushola

20160531_091545

Sejuk, damai dan asri mu tetap terjaga. Cheng Ho, kau lah dalang dibalik semua ini. Dan yang ku tahu dari mu…

Sam Poo Kong, Sejarah Islami Kental dengan Budaya Tionghoa

HAPPY LUNAR NEW YEAR EVERYONE!

Instagram Live, Jendela Dunia

Tepat hari ini Instagram mengenalkan fitur terbarunya lagi, yaitu Instagram Live. Inovasi terbaru yang diluncurkan Instagram ini membuat banyak pengguna Instagram tertarik untuk mencobanya. Ini merupakan terobosan baru yang diberikan oleh Instagram untuk para fans agar lebih dekat dengan idolanya secara real time.

Dalam masa percobaanya, Instagram Live hanya bisa digunakan oleh beberapa akun yang dipilih, seperti akun yang telah diberi label verifikasi. Sekarang Instagram Live dapat digunakan pada versi 10.6.0

Berikut cara menggunakan Instagram Live;

  1. Pastikan lo punya followers, aktif
  2. Buka beranda, sentuh ikon kamera layaknya lo bikin Insta Story
  3. Pilih mode “Langsung”
  4. Sentuh pilihan untuk memulai Instagram Live, Instagram secara otomatis akan memeriksa koneksi internet yang lo pakai
  5. Dan Instagram Live siap dipakai

Pssst… Sampai blog ini di-posting banyak teman Instagram gue yang iseng cobain Instagram Live.

Selamat mencoba!

Halo! Ini posting-an pertama ku di tahun 2017.

Ini adalah posting-an pertama ku, hari dimana awal sebuah tahun yang baru. Malam ini hujan tak kunjung reda. Sunyi, tenang dan hanya suara rintik hujan yang menemani. Sudah lama ku tak menikmati suasana ini. Kurasa ini pun mengantarkan ku keluar zona nyaman. Ya, tidak salah ku mencoba untuk berbagi kisah lewat situs blog ini.

Ini bukan kali pertama ku mempunyai sebuah situs blog. Sebelumnya ku pernah mempunyai blog dengan domain yang berbeda, karena satu hal yang tak ku mengerti, ku meninggalkannya.

Aku senang bisa kembali berbagi kisah, ku harap ini awal dari kisah di tahun 2017. Blog ini akan berisi tentang gaya hidup dan kuliner dimana tempat ku singgah serta mengajak kalian untuk bisa menikmati hidup dalam bentuk foto (jpg & gif) dan video. Semoga kalian menyukai blog ini.

Terimakasih.